“AKU SUKA PADAMU HAYATE…..Kau mau jadi pacar ku?” Ucap ku
pada pria yang ku cintai
“Sayangnya aku tidak tertarik pada mu..”
“Tapi…” Ucap ku lirih
Pria itu pergi tanpa
menoleh sedikitpun pada ku.
HAAAHHHHH kenapa
begini, Aku serius menyukainya tapi malah di tolak, selama ini sikapnya baik
sekali ku pikir dia memberi ku lampu hijau untuk mendekatinya. Memang sih kami
belum lama berkenalan, waktu itu aku pergi ke festival music dance dan di sana
lah aku mengenalnya.
Kini raga ku seperti
tak memiliki jiwa…..entah kenapa tangga menuju kamar ku yang biasanya terasa
pendek dan singkat kini terasa sangat panjang.
“Heh…” keluh ku sambil melemparkan badan di atas kasur
Aku memandang HP yang
ada di genggaman ku dari tadi, tapi tidak ada pesan atau pun telpon masuk dari
siapa pun.
“HAYATE BODOH! Tunggu saja kalau seperti ini jangan harap
aku akan menyerah! Toh kau belum bilang alasan mu tidak menyukai ku…..Kau tidak
tertarik maka aku akan membuat mu tertarik pada ku!” Teriak ku di dalam kamar
karena stress memikirkannya di dalam otak
“Kau bisa tidak berisik? Aku besok ujian jadi jangan
rame..kalau kau stress tidur saja sana!” Ucap Heiji kakak laki-laki ku yang
kini sedang menempuh ujian akhir di universitas S.
“Kakak tidak pengertian adik mu ini patah hati…bukannya
di hibur juga” keluh ku sambil memeluk bantal
“Itu sih derita mu…” ucapnya sambil berjalan keluar kamar
ku.
KEESOKAN PAGINYA….
“Kau mau menemui Hayate di sekolahnya? Kau gila ya Miyu?”
“Tidak, tapi aku mau membuktikan padanya kalau aku serius
menyukainya..”
“Tapi ya gak begitu juga kan caranya….dia berada di kota
A dan kau di kota B memang sih naik kereta hanya 2 jam tapi kalau sudah
jauh-jauh kesana masih ditolak juga apa kau masih punya tenaga untuk pulang ke
rumah? Kemarin saja kau bilang roh mu hampir lepas dari raga….”
“Ringo-chan kan aku gak sendiri…hehheheh” aku tersenyum
sambil menatap mata Ringo
“Senyum mu membuat ku takut, jangan bilang kau mau
mengajak ku ikut serta?”
“Wah ternyata kau memang mau ikut kan? Heheheh ayo kita
berangkat, sepulang sekolah”
Bel usai sekolah
berbunyi, Aku bergegas memasukkan semua buku ke dalam tas dan merapikan
dandanan ku. Ku lihat Ringo pun sedang sibuk berpamitan dengan kekasihnya
melalui telpon. Pacar Ringo seorang model sekaligus mahasiswa di universitas T,
karena model jadi waktu bertemu mereka sedikit sekali tapi yang aku kagum
mereka sudah berpacaran selama 2 tahun dan masih awet sampai sekarang.
“Gimana uda siap?” Tanya ku pada Ringo
“DEMI diri mu aku membatalkan janji kencan dengan Sho,
sudah ayo berangkat”
Untuk pertama kalinya
aku melakukan hal seperti ini, aku harap semua pengorbanan ku ini tidak
sia-sia. Sudah 2 jam berlalau dan kereta yang ku tumpangi akhirnya berhenti di
stasiun K.
“Kau tahu sekolahnya ada dimana Miyu?”
“Iya aku sudah tahu kok, sekolahnya tidak jauh dari
stasiun ini…”
Benar kan, aku
menemukan sekolah Hayate, tapi kenapa sepi….apa sudah pada pulang. Gumam ku
dalam hati.
“Miyu sepi nie, mereka sudah pulang sekolah lagi…giman
donk?”
“Kita masuk saja, cari mereka…ayo”
Sudah terlanjur berbuat
sampai begini, maka sekalian saja malu….yang jelas Hayate harus tahu aku datang
menemuinya kemari.
Kurasa dewi cinta
memang berada dipihak ku, sebuah ruangan terbuka, dari dalam terdengar suara
gaduh music diiringi gerakan-gerakan break dance beberapa orang pria. Salah
satu dari pria itu aku mengenalnya.
“Permisi….aku mencari Hayate” Aku langsung masuk tanpa
meminta ijin pada siapa pun
“Kau.. kenapa bisa kemari?” Tampaknya Hayate kaget sekali
melihat sosok ku ini
“Aku mencari mu, sudah ku bilang aku mencintai mu…jadilah
pacar ku”
“Dan aku sudah bilang juga kan aku tidak tertarik pada
mu…”
“Tapi kau tidak memberikan alasannya kenapa tidak
tertarik pada ku? apa karena aku tidak cantik?”
“Kau cantik..hanya saja aku belum menemukan feel yang pas
untuk berpacaran dengan mu, kita juga baru kenal”
“Kalau begitu coba di jalani saja dulu….?”
“Aku benci cewek pemaksa seperti mu, pulanglah!”
“Tapi…..” Ringo menarik ku dan membawa aku keluar dari
ruangan itu
“Sudah Miyu, kau mau mempermalukan diri mu seperti
apalagi di hadapannya? Dia sudah bilang tidak mau, jadi cukup hentikan kegilaan
mu ini.. kau masih punya harga diri kan?”
Omelan Ringo hanya
berdengi di kuping, otak ku tak bisa berpikir jernih dan hati ku benar-benar
luluh lantak. Baru kali ini aku mengejar pria sampai seperti ini tapi hasilnya
tetap saja aku gagal.
“Miyu….” Ucap Ringo sambil menghapus air mata di pipi ku
yang kini mulai jatuh ke tanah satu persatu
“Hey tunggu!” Aku berpaling ke arah pria tampan yang
berteriak itu
“Kau Miyu kan? Jadilah pacar ku aku menyukai mu….”ucap
pria itu dengan senyum manisnya
ASTAGA….Ini drama?
Mimpi? Atau memang aku sedang di tembak pria tampan? Aku baru saja patah hati
dan sekarang di tembak, mana dia pria yang tampan…
“Kau siapa ya?” Tanya ku sambil menghapus air mata dan
menahan isak tangis
“Aku Yoshi sahabat Hayate, aku selalu melihat mu berusaha
keras mengejar Hayate..lama-lama aku jadi menyukai mu. Kegigihan mengejar
Hayate membuat aku ingin mencintai mu, jadi lupakan saja Hayate dan jadian
dengan ku bagaimana?”
Cowok cakep yang
memiliki senyum manis, kini ada di depan mata…pasti orang bodoh yang menolak
itu semua,
“Maaf yang aku cintai itu Hayate..aku hanya mau dengan
dia seorang. Aku melakukan ini semua juga karena dia kalau karena di tolak aku
langsung melupakannya itu mana mungkin…”
Dan salah stau orang
bodoh itu adalah aku…entahlah aku memang terkesan dengan Yoshi tapi hati ku
masih terus memikirkan Hayate…
“Wah syukurlah ya Hayate, gadis ini benar-benar mencintai
mu, ketampanan ku saja di tolak dia serius lho kau tidak terkesan?”
Apa-apaan kedua orang
ini, Hayate tiba-tiba muncul dari balik pintu gerbang. Kami memang masih di
depan sekolahnya sih tapi tidak sadar kalau Hayate mengejar ku.
“Maaf ya membuat bingung, tadi Hayate merasa bersalah
sudah berkata kasar pada mu, lalu dia mau mengejar mu tapi kubilang aku akan
mengetes Miyu kita lihat dia serius atau tidak pada cintanya..dan itulah tadi
aku bersandiwara menembak mu”
“Jadi kalian tega mempermainkan perasaan orang? Kejam sekali
Miyu kan benar-benar sedih!” Ringo ikut bicara
“Iya-iya maaf, aku baru kali ini menemui gadis senekat
dan seheboh diri mu, sampai mengejar ke kota ku segala, itu sebabnya aku
bingung. Tapi kalau memang kau serius baiklah kita jalani saja dulu. Tapi.. aku
ini bukan pria yang tampan seperti Yoshi apa kau yakin memilih ku?kau itu kan
cantik”
Aku berlari dan memeluk
Hayate dengan erat, wajahnya merah saat ku bisikkan kata-kata di telingannya
“Aku yakin…”







0 komentar:
Posting Komentar