Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Container Icon

ApriadiKaskus's Blog: Arti Melihat Jam Kembar

ApriadiKaskus's Blog: Arti Melihat Jam Kembar: Salam Blogger :D sudah sekian lama sejak post terakhir saya ya :L kali ini saya akan mempost mengenai suatu 'Mitos' yaitu melihat 'JAM di...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

When I Fall


Layaknya pasangan lain yang baru saja berpacaran, semua terasa sangat manis, hangat dan menyenangkan…. Apapun akan dilakukan agar orang yang di cintai bahagia, melihat senyumnya akan membuat hati berbunga, Dan berharap waktu akan berhenti ketika sedang berdua dengannya. Itu yang aku rasakan pada saat itu, tapi semua berubah memasuki bulan ketiga kami berpacaran.

Masih terkenang saat pertama kali Ia menyatakan perasaannya pada ku, di acara event music kampus

            “Miyu, mungkin aku bukan pria yang pandai berkata-kata manis tapi sekarang akan ku kata kan di hadapan mu kalau aku mencintai mu, mau kah kau jadi pacar ku?”


Saat itu entah mengapa aku sama sekali tak punya perasaan apa pun padanya tetapi mulut ku seakan berucap sendiri kata-kata itu

            “Iya aku mau”

Sejak itu lah Kami berpacaran. Meski beberapa sahabat ku merasa tidak suka dan merasa aneh dengan hubungan ku yang terlalu cepat ini tapi aku tetap ingin meneruskan jalinan kasih dengan Pria itu.

Kamiya Suga, menurut ku dia pria yang baik, pintar dan sangat bertanggung jawab dalam segala urusannya. Aku tak menyangka kami bisa jadian..karena meski satu kampus tapi fakultas kami berbeda dan jaraknya lumayan jauh.

            “Kamiya-san kenapa kau memilih ku untuk menjadi kekasih mu? Sepertinya kau cukup terkenal di fakultas mu, sedangkan aku hanya lah gadis biasa yang tak menarik” Ucap ku pada kencan pertama kami, saat itu kencan pertama terjadi di rumah ku.

            “Entahlah aku juga tidak tahu tapi mungkin ini jodoh, hahahah….. tapi bisa kah kau tidak usah seformal itu Miyu kita kan sudah pacaran, panggil saja aku dengan nama kecil ku Suga”

Aku harap itu memang benar, bahwa Suga-kun itu adalah jodoh ku. Tapi..bukan hubungan kalau tak ada masalah yang muncul. Mungkin ini hanya pemiiran ku saja tetapi Suga akhir-akhir ini mulai sibuk dengan kegiatannya dan mulai jarang memberi kabar. Bertemu dengan ku pun tak bisa.

Apa karena sekarang aku baru sadar aku mulai menyayanginya, jadi aku merasa Suga berubah saat dia tidak bisa menelphon atau bertemu.

            “Miyu, gimana hubungan mu dengan Suga? Lancar-lancar saja kan?” Seru Ringo

 Amakusa Ringo, Gadis manis ini adalah sahabat ku, kami berteman sejak SMA dan sekarang kami akhirnya bisa satu kampus, meski berbeda fakultas juga.

             “Ehm, gimana ya Ringo-chan…. Hehehe iya baik-baik aja kok” Aku tahu Ringo tak begitu suka dengan hubungan ku dengan Suga, tapi Dia tetap memberi dukungannya pada ku, nah kalau sekarang dia tahu aku punya masalah sama Suga bisa-bisa dia akan marah.

            “Kau bercanda?! Kau kira sudah berapa lama aku jadi sahabat mu…  Seberat apa pun masalah mu aku pasti akan bantu memberi solusi, apa kau sudah lupa itu?”

Benar juga, Kenapa aku jadi begini..padahal Ringo tak pernah marah pada ku… Ia justru menasehati agar aku lebih dewasa dalam berpikir, apa yang aku ragukan.

             “Yah kau memang tak bisa di bohongi, aku memang ada sedikit masalah sih dengan Suga tapi sudahlah, aku rasa tak ada gunanya di bahas….”

            “Kalian harus bertemu, lebih baik kalau ada masalah di bicarain secara tatap muka Miyu, yah mungkin gak sekarang tapi kalian HARUS ketemu!”

Ringo-chan benar lagi… tapi bagaimana mengajaknya bertemu jika Suga selalu menghindar dan sibuk dengan urusan pribadinya.

 Aku beberapa kali mengirim SMS pada Suga tapi balasannya selalu saja singkat dan terasa dingin. Apakah dia mempunyai pacar lain? Apa benar dia sibuk karena urusan kampusnya ataukah itu semua hanya alasan saja untuk menghindari ku?


            To : Suga


            Good night and sweet Dream


                                    -sent-


Tik..tik…tik…..  waktu berlalu

Tak ada balasan dari Suga sampai pagi tiba.


            To : Suga


            Good Morning Baby, Hv a nice day


                                    -sent-



5 menit kemudian Suga membalas…



            From : Suga


            Makasih sayang, kamu juga


            Aku berangkat ke kampus dulu…



Sepertinya aku mulai gila,benar-benar gila…. Kenapa orang ini begitu mengesalkan!!!

Ku rasa sebaiknya aku membiarkan nya untuk beberapa saat, mungkin Suga memang sangat sibuk, dan pada dasarnya dia memang pria yang cuek… tapi sampai kapan aku harus mengalah dan bersabar ya?

________________________________


Sudah sebulan aku bertahan dengan ke cuekan Suga, mungkin aku tak bisa bersabar lagi. Maka hari itu ku putuskan harus bertemu apapun caranya kami harus bisa bertemu.. Suga tetap menolak dan menghindar. Tapi aku tak mau menyerah

            To : Suga


            Datanglah ke mall X, aku akan terus menunggu sampai kau datang…..


                                                -sent-



Tapi Di perjalanan menuju mall X, bus yang  ku tumpangi mengalami tabrakan parah.

            “Gawat aku harus bergegas, gara-gara tabrakan tadi aku jadi terlambat 2 jam, dari waktu janjian…Suga pasti sudah menunggu ku.” Aku berlari menuju mall X Namun Suga tidak ada…. Ia tak datang. Aku terus menunggunya seharian, tetapi tetap saja Suga tak menunjukkan sosoknya.

Aku memutuskan untuk pulang dan menerima kenyataan bahwa sesungguhnya Inilah perasaan Suga pada ku, Ia tak benar-benar serius mencintai ku.

            “Kenapa rumah sepi sekali kemana semua orang? Ah aku lucu sekali, di rumah ini kan hanya ada Aku Ibu dan Ayah…. Ibu pasti sedang keluar dengan ayah, sudahlah aku ke kamar saja!” Aku merebahkan badan ku di atas kasur, sambil menahan air mata yang keluar.

Matahari mulai, bersinar terang…tapi ada yang aneh rumah masih terasa sepi, tidak biasanya Ayah dan Ibu menginap di tempat orang tanpa mengabari ku terlebih dulu. Pikir ku dalam hati karena melihat ayah dan Ibu tak kunjung pulang sejak tadi malam.

CKREK…. Suara pintu rumah terbuka

          “Ayah Ibu… akhirnya kalian pulang juga… aku sudah lapar menunggu kalian jadi aku membuat mie instan…” Lho kok ayah dan Ibu Cuek begini apa mereka tak mendengar ku? Gumam ku dalam hati saat melihat ayah dan Ibu hanya lewat tanpa menoleh sedikit pun pada ku.

            “Ibu sudahlah…… mungkin ini yang terbaik untuk Miyu” Ayah mengusap pipi Ibu yang sembab seperti habis menangis semalaman

          “Ibu..Ibu kenapa? Siapa yang membuat Ibu menangis? Lalu kalian dari mana saja kenapa baru pulang pagi ini? Aku mendekat pada Ibu…tapi respon meeka sama seperti yang tadi seperti tak mendengar kata-kata ku

            “Ayah…ayah barusan dengar tidak seperti ada Suara Miyu… Dia menanyakan kenapa aku mengangis…dan dia marah karena kita tak kunjung pulang ke rumah….”

            “Ibu, mungkin Ibu terlalu lelah, ibu belum istirahat semalaman, sebaiknya sekarang ibu tidur saja, ayah akan mengurus semuanya….”

Hey ada apa sih ini…. Kenapa aku di ceukin terus… aku baru saja kehilangan pacar , apa orang tua ku juga sekarang mulai membenci ku?!

            “Miyu anak ku.. kenapa kau harus mengalami semua kejadian itu.. Maaf kan Ayah yang selama ini banyak salah pada mu… Ayah sayang Miyu, ayah marah juga karena ayah itu ingin miyu jadi gadis yang lebih baik.”

Aku melihat ayah bergumam tak jelas sambil membaca headline Koran pagi ini tak lama Ia meletakkan Koran tersebut dan pergi ke kamar untuk menemani Ibu…. Aku penasaran dan melihat Koran itu

            “Kecelakaan maut… Supir mengantuk Penumpang menjadi Korban” Itu kan sudah biasa,,, gumam ku, lalu kenapa ayah sedih sekali saat membacanya? Aku membaca lebih detail isi berita itu.

            “Kecelakaan yang terjadi Pagi kemarin menewaskan semua penumpang di dalamnya, dan ini nama dan data penumpang yang bisa di identifikasi……BOHONG!!” Aku membanting Koran tersebut Gak.. gak mungkin, ini ..ini pasti gak benar, Aku belum mati…aku masih hidup….. “


Data Korban :

1.      Sasaki Usagi                (20) perfectur A

2.      Habara Toma               (40) perfectur S

3.      Yasuragi Miyu              (21) perfectur K

4.      ----------------            (--) -------------


Yah Aku jadi mengingat kejadian 39 hari lalu…… besok hari ke 40 waktunya aku ke nirwana. Tapi Aku bisa tenang sekarang.

Aku bisa tenang karena aku tahu Suga-kun benar-benar mencintai ku, hari itu disaat aku memaksanya untuk datang, Suga justru datang lebih awal, tetapi karena menerima telpon dari Ringo yang mengabarkan aku kecelakaan Suga langsung bergegas menuju rumah sakit, Ia terus menemani ku, tak sedetik pun ia melepaskan tangan ku dari genggamannya…. Suga terus berbisik di telinga ku,

            “Miyu sadarlah… Aku mencintai mu, kumohon buka lah mata mu” Waktu itu aku sempat di rawat di rumah sakit hanya 2 jam tapi pada akhirnya nyawa ku tak bisa di tolong…. Suga menangis, tak henti-hentinya ia meminta ku untuk kembali.

            “Di hari pemakaman ku, Ia membawa bungkusan berwarna kuning yang sangat cantik”

 Suga tahu aku sangat menyukai warna kuning, ku kira dia tak menghiraukannya saat aku mengatakan itu karena dia hanya iya-iya dan ogah tetapi di balik ke cuekannya dia mengingat semua kata-kata ku.

            “Miyu… kado ini sebenarnya ingin ku serahkan di hari ulang tahun mu nanti, maaf ya selama ini aku tak punya banyak waktu untuk mu.. gara-gara sibuk memikirkan kerja supaya bisa membeli kado ini aku malah menyakiti mu.. Aku harap kau mau menerimanya… Kau adalah gadis yang paling ku cintai… ingatlah itu”

_Hari ke 40_

 Sudah waktunya pergi dari dunia ini…..   21 tahun yang menarik, memiliki sahabat yang baik bercanda dan bergurau bersama mereka membuat aku melupakan kesedihan, terutama Kau Suga-kun terima kasih sudah memilih ku sebagai kekasih mu… Aku Pegang bukti cinta mu pada ku selamanya…

Ake memandang cincin berlian di jari manis kiri ku… Itulah yang membuat Suga sibuk, karena dia ingin membeli cincin dan melamar ku di hari ualng tahun ku…

            “Suga-kun Aishiteru…SEMANGAT dan tersenyumlah untuk ku”



_Suga Pov_

             “HEY Suga kau kenapa kok tiba-tiba bengong?”  seru teman ku sambil menepuk pundak ku

            “Ah tidak aku hanya mendengar sesuatu tadi…. Lupakan, Sudah ayo kuliah” ajak ku

Aku yakin tadi itu Miyu, Dia menyempatkan berpamitan dengan ku…. Dasar Miyu, maaf kan aku ya selama berpacaran masih belum bisa menjadi kekasih yang baik dan sesuai dengan ke inginan mu…  Aishiteru Yasuragi Miyu-chan.



FIN ~


*) –Kun : imbuhan untuk anak cowok yg sudah kenal dari kecil (lebih akrab)
-Chan : imbuhan untuk anak cewek yg sudah di kenal sejak kecil (lebih akrab)
Aishiteru : Aku mencintai mu
-San : Imbuhan untuk cowok/cewek (sopan)


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

STALKER GIRL


            “AKU SUKA PADAMU HAYATE…..Kau mau jadi pacar ku?” Ucap ku pada pria yang ku cintai
            “Sayangnya aku tidak tertarik pada mu..”
            “Tapi…” Ucap ku lirih
Pria itu pergi tanpa menoleh sedikitpun pada ku.
HAAAHHHHH kenapa begini, Aku serius menyukainya tapi malah di tolak, selama ini sikapnya baik sekali ku pikir dia memberi ku lampu hijau untuk mendekatinya. Memang sih kami belum lama berkenalan, waktu itu aku pergi ke festival music dance dan di sana lah aku mengenalnya.
Kini raga ku seperti tak memiliki jiwa…..entah kenapa tangga menuju kamar ku yang biasanya terasa pendek dan singkat kini terasa sangat panjang.
            “Heh…” keluh ku sambil melemparkan badan di atas kasur
Aku memandang HP yang ada di genggaman ku dari tadi, tapi tidak ada pesan atau pun telpon masuk dari siapa pun.
            “HAYATE BODOH! Tunggu saja kalau seperti ini jangan harap aku akan menyerah! Toh kau belum bilang alasan mu tidak menyukai ku…..Kau tidak tertarik maka aku akan membuat mu tertarik pada ku!” Teriak ku di dalam kamar karena stress memikirkannya di dalam otak
            “Kau bisa tidak berisik? Aku besok ujian jadi jangan rame..kalau kau stress tidur saja sana!” Ucap Heiji kakak laki-laki ku yang kini sedang menempuh ujian akhir di universitas S.
            “Kakak tidak pengertian adik mu ini patah hati…bukannya di hibur juga” keluh ku sambil memeluk bantal
            “Itu sih derita mu…” ucapnya sambil berjalan keluar kamar ku.

KEESOKAN PAGINYA….
            “Kau mau menemui Hayate di sekolahnya? Kau gila ya Miyu?”
            “Tidak, tapi aku mau membuktikan padanya kalau aku serius menyukainya..”
            “Tapi ya gak begitu juga kan caranya….dia berada di kota A dan kau di kota B memang sih naik kereta hanya 2 jam tapi kalau sudah jauh-jauh kesana masih ditolak juga apa kau masih punya tenaga untuk pulang ke rumah? Kemarin saja kau bilang roh mu hampir lepas dari raga….”
            “Ringo-chan kan aku gak sendiri…hehheheh” aku tersenyum sambil menatap mata Ringo
            “Senyum mu membuat ku takut, jangan bilang kau mau mengajak ku ikut serta?”
            “Wah ternyata kau memang mau ikut kan? Heheheh ayo kita berangkat, sepulang sekolah”
Bel usai sekolah berbunyi, Aku bergegas memasukkan semua buku ke dalam tas dan merapikan dandanan ku. Ku lihat Ringo pun sedang sibuk berpamitan dengan kekasihnya melalui telpon. Pacar Ringo seorang model sekaligus mahasiswa di universitas T, karena model jadi waktu bertemu mereka sedikit sekali tapi yang aku kagum mereka sudah berpacaran selama 2 tahun dan masih awet sampai sekarang.
            “Gimana uda siap?” Tanya ku pada Ringo
            “DEMI diri mu aku membatalkan janji kencan dengan Sho, sudah ayo berangkat”
Untuk pertama kalinya aku melakukan hal seperti ini, aku harap semua pengorbanan ku ini tidak sia-sia. Sudah 2 jam berlalau dan kereta yang ku tumpangi akhirnya berhenti di stasiun K.
            “Kau tahu sekolahnya ada dimana Miyu?”
            “Iya aku sudah tahu kok, sekolahnya tidak jauh dari stasiun ini…”
Benar kan, aku menemukan sekolah Hayate, tapi kenapa sepi….apa sudah pada pulang. Gumam ku dalam hati.
            “Miyu sepi nie, mereka sudah pulang sekolah lagi…giman donk?”
            “Kita masuk saja, cari mereka…ayo”
Sudah terlanjur berbuat sampai begini, maka sekalian saja malu….yang jelas Hayate harus tahu aku datang menemuinya kemari.
Kurasa dewi cinta memang berada dipihak ku, sebuah ruangan terbuka, dari dalam terdengar suara gaduh music diiringi gerakan-gerakan break dance beberapa orang pria. Salah satu dari pria itu aku mengenalnya.
            “Permisi….aku mencari Hayate” Aku langsung masuk tanpa meminta ijin pada siapa pun
            “Kau.. kenapa bisa kemari?” Tampaknya Hayate kaget sekali melihat sosok ku ini
            “Aku mencari mu, sudah ku bilang aku mencintai mu…jadilah pacar ku”
            “Dan aku sudah bilang juga kan aku tidak tertarik pada mu…”
            “Tapi kau tidak memberikan alasannya kenapa tidak tertarik pada ku? apa karena aku tidak cantik?”
            “Kau cantik..hanya saja aku belum menemukan feel yang pas untuk berpacaran dengan mu, kita juga baru kenal”
            “Kalau begitu coba di jalani saja dulu….?”
            “Aku benci cewek pemaksa seperti mu, pulanglah!”
            “Tapi…..” Ringo menarik ku dan membawa aku keluar dari ruangan itu
            “Sudah Miyu, kau mau mempermalukan diri mu seperti apalagi di hadapannya? Dia sudah bilang tidak mau, jadi cukup hentikan kegilaan mu ini.. kau masih punya harga diri kan?”
Omelan Ringo hanya berdengi di kuping, otak ku tak bisa berpikir jernih dan hati ku benar-benar luluh lantak. Baru kali ini aku mengejar pria sampai seperti ini tapi hasilnya tetap saja aku gagal.
            “Miyu….” Ucap Ringo sambil menghapus air mata di pipi ku yang kini mulai jatuh ke tanah satu persatu
            “Hey tunggu!” Aku berpaling ke arah pria tampan yang berteriak itu
            “Kau Miyu kan? Jadilah pacar ku aku menyukai mu….”ucap pria itu dengan senyum manisnya
ASTAGA….Ini drama? Mimpi? Atau memang aku sedang di tembak pria tampan? Aku baru saja patah hati dan sekarang di tembak, mana dia pria yang tampan…
            “Kau siapa ya?” Tanya ku sambil menghapus air mata dan menahan isak tangis
            “Aku Yoshi sahabat Hayate, aku selalu melihat mu berusaha keras mengejar Hayate..lama-lama aku jadi menyukai mu. Kegigihan mengejar Hayate membuat aku ingin mencintai mu, jadi lupakan saja Hayate dan jadian dengan ku bagaimana?”
Cowok cakep yang memiliki senyum manis, kini ada di depan mata…pasti orang bodoh yang menolak itu semua,
            “Maaf yang aku cintai itu Hayate..aku hanya mau dengan dia seorang. Aku melakukan ini semua juga karena dia kalau karena di tolak aku langsung melupakannya itu mana mungkin…”
Dan salah stau orang bodoh itu adalah aku…entahlah aku memang terkesan dengan Yoshi tapi hati ku masih terus memikirkan Hayate…
            “Wah syukurlah ya Hayate, gadis ini benar-benar mencintai mu, ketampanan ku saja di tolak dia serius lho kau tidak terkesan?”
Apa-apaan kedua orang ini, Hayate tiba-tiba muncul dari balik pintu gerbang. Kami memang masih di depan sekolahnya sih tapi tidak sadar kalau Hayate mengejar ku.
            “Maaf ya membuat bingung, tadi Hayate merasa bersalah sudah berkata kasar pada mu, lalu dia mau mengejar mu tapi kubilang aku akan mengetes Miyu kita lihat dia serius atau tidak pada cintanya..dan itulah tadi aku bersandiwara menembak mu”
            “Jadi kalian tega mempermainkan perasaan orang? Kejam sekali Miyu kan benar-benar sedih!” Ringo ikut bicara
            “Iya-iya maaf, aku baru kali ini menemui gadis senekat dan seheboh diri mu, sampai mengejar ke kota ku segala, itu sebabnya aku bingung. Tapi kalau memang kau serius baiklah kita jalani saja dulu. Tapi.. aku ini bukan pria yang tampan seperti Yoshi apa kau yakin memilih ku?kau itu kan cantik”
Aku berlari dan memeluk Hayate dengan erat, wajahnya merah saat ku bisikkan kata-kata di telingannya
            “Aku yakin…”

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Friend